Rabu, 21 Februari 2018

PROGRAM BEDAH RUMAH KOTAKU DI LUMAJANG DI BANTAH WARGA




Laporan – Lukito
WartawanSUARAZAMAN

LUMAJANG -  Untuk beda ruma kota ku di kabupaten  lumajang   meyusakan  warga pada intinya masik belum maksimal dalam pembangunanya  ketika pada awak media melihat  di ruma warga yang hah memerima  bantuan bedah ruma  masi bayak yang tida di kerjakan  padahal pemerenta  menurunkam dengan dana sebegitu bayak dengan nilai lima belas juta di tamba ongkos tukang satu juta setenga kan suda setabil tapi  fakta di  lapangan  masik acak2 kan  contoh di duson kampong kariya RT. 01 RW. 15.

Keluraan Citrodewansan Kabupaten Lumajang  bayak hampir  seluruh  program  yang  di  laksanakan/   ole timlak   kebayakan  bahanya yang suda  tidak layak  di pakei contoh yang / fakta di lapangan  genteng  dan usok lepoan bahkan pintupun masik asalnya   menurut hasil kita kofer masi dari  warga yang hah menerima bantuan masik tidak puas  dengan adanya program bedah ruma kotaku, kok  bisa buk,  itu kan  tidak ikut mendanai suda pemerenta yang menurunkan dananya dengan senilai RP  16.500.000  iya pak  masalanya seperti ini masik belum di alusi dan  yang dalam kamar masik  seperti itu pak  seharusnya di rapikan tidak asal asal seperti ini pak namanya program kotaku itu yang mengerjakan orang berapa? buk orang  empat berapa hari buk?   enam hari  pak itu ngasik makan buk?  tukangnya  iya pak  dari  timlak apa tidak di bantu dana tidak pak.
 
Nah  untuk pemerenta yang terkait dengan program yang sebegitu  tidak layaknya dengan agaran sebegitu bayak tolong di tindak lajuti dengan menempuh jalur  hukum pasalnya menurut pantoan  awak  media molai dari bahan yang  di pasang di rumah warga yang untuk  hak  menerima bantuan  bayak  asalnya yang di pasang lagi   contoh ada dari usuk genteng  bahkan kusen dan pintunya masik asalnya  dengan agaran  yang begitu bayak warga tidak puas dengan program kotaku yang dananya senilai RP 16.500.000  dengan mutu bangunan seperti itu suda tidak pantas kalok di ukur  dengan hasil  bangunanya , (lkt ,am


--
Kirim dari Fast Notepad

BUPATI: INSTRUKSIKAN CEPAT TANGGAPI KASUS DIFTERI




Laporan – Lukito
Wartawan AKTUAL

LUMAJANG - Humas dan Protokol, 01 Peusiabruari 2018---Bupati Lumajang Drs.H. As'at M. Ag., menginstruksikan kepada jajaran Dinas Kesehatan untuk segera cepat tanggap teradap adanya kasus wabah Difteri. Hal itu, disampaikan, saat bupati membuka Pembinaan pelaksanaan “Outbreak Response Imunization ( ORI ) Difteri” Kabupaten Lumajang di Pendopo Lumajang, Kamis (01/02/2018)

Bupati As’at menjelaskan, saat ini penyakit difteri muncul kembali di wilayah  Indonesia. Kebanyakan penyakit ini di derita oleh anak anak usia dini.  Wabah penyakit difteri yang menyebar luas saat ini, terjadi karena anak–anak yang tidak ikut Imunisasi sesuai dengan tahapan umur.
Bupati As'at mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan agar secepatnya melakukan sistem ORI tersebut, agar wabah  penyakit difteri tersebut bisa ditekan semaksimal mungkin, sehingga masyarakat terbebas dari penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Dr. Triworo,  melaporkan, bahwa penyakit difteri yang ada di Kabupaten Lumajang berada pada urutan no. 26 dari 38 daerah di Provinsi Jawa Timur.  Diungkapkanya, kasus difteri  di Kabupaten Lumajang, pada Maret  tahun 2017 sudah muncul di wilayh Kecamatan Rowokangkung dan terdapat 17 khasus yg ada di Kabupaten Lumajang. Sedangkan, pada awal Januari 2018 sudah ditemukan sebanyak 6 kasus.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk membuka kesempatan bersama guna menambah Pos Difteri sebanyak 3288 pos di 25 Puskesmas. Setiap pos ORI Difteri memiliki 2 bidan, 3 perawat, 1 administrasi. Sementara itu, tenaga dokter spesialis anak sejumlah 4 orang yang ada di kabupaten Lumajang, untuk menopangnya. Langkah tersebut untukby melakukan imunisasi kepada anak anak usia dini, Agar terbebas dari wabah penyakit difteri (lkt /am .

Proyek Binamarga Provinsi Bernilai Ratusan Juta Ambrol Masyarakat Lumajang Kecewa




Laporan – Lukito
Wartawan SUARAZAMAN
LUMAJANG - Proyek Penunjang jalan (Plengsengan) yang berada di Desa. Wonokerto, Kecamatan. Tekung Lumajang, Jawa Timur senilai Ratusan juta, diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga kualitasnya dinilai sangat buruk. Akibatnya bangunan yang baru seumur jagung ini ambrol.

Ambrolnya proyek di Desa. Wonokerto, Kecamatan. Tekung, Lumajan ini di kerjakan pada (06/09/2017), dan hari ini Kamis (01/02/2018), sudah ambrol. Warga sekitar yang namanya tidak mau disebutkan, mengatakan bahwa kualiatas proyek yang ambrol ini sangat buruk. Jadi wajar jika cepat ambrol," katanya pada media ini, Kamis (01/02/2018).

"Masak cuman 5 (lima) bulan sudah ambrol, pengerjaanya manual nggak pakai molen cor, ya jelas saja tidak bagus mas", Ungkapnya.

Sutris yang juga warga Wonokerto, menyayangkan proyek plengsengan yang ambrol tersebut. ” Kalau kita ini kan orang awam mas, tapi jika melihat bahan nya yang bisa kita lihat secara langsung, ya kecewa mas, itu kan uang rakyat masak proyeknya asal-asalan, “ katanya, Kamis (01/02/2018)

 "Kami tidak tahu proyek ini dari mana, dana proyeknya berapa, dan rekanan mana yang mengerjakan. Karena tidak ada papan nama proyek," kata Sutris salah satu warga Wonokerto, dengan mimik wajah kecewa.

Warga mengindikasikan, tidak disertainya papan nama proyek itu untuk mengaburkan penilaian masyarakat terkait proyek penunjang jalan yang berada di Desa.Wonokerto, Kecamatan. Tekung, Lumajang, terkesan di kerjakan asal-asalan

"Jika memang ada bentuk transparansi, minimal ada papan nama proyek. Karena dari papan nama itu kami mengetahui, dan bisa mengawasi jalannya proyek penunjang jalan itu. Apakah sesuai dengan volume dan besaran dananya, atau sesuai dengan besaran teknik (bestek).

Riaman asal Desa Setempat, yang hampir setiap hari melintas di sepanjang jalan propensi itu juga mengamini terkait dengan banyaknya proyek yang tidak bertahan lama dan jambrol.

"Saya setiap hari melintas di jalan propensi Jember Lumajang, memang benar banyak proyek-proyek penunjang jalan yang ambrol bahkan tidak pasang papan nama (Nambor) bagaimana kita tau itu proyek dari mana dan CV apa yang mengerjakan, Riaman menunjukan mimik wajah penuh tanya., Ini harus di tindak, pihak terkait harus segara turun untuk memeriksa, ini uang rakyat," paparnya, Kamis (01/02/2018)

Mereka juga menilai, rekanan tidak mentaati UU 25/2009 tentang Transpransi dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Karena setiap proyek yang dibiayai oleh pemerintah harus memiliki atau memasang papan proyek, tujuannya agar masyarakat luas dapat mengetahui proyek yang dikerjakan.

Pantauan media Berita Aktual, mulai dari awal sampai pengerjaan proyek selesai dan ambrol tidak disertai papan nama proyek (Nambor), sebagai informasi kepada masyarakat. Alhasil, warga desa setempat menyebut proyek ini adalah proyek siluman. (Lk/Af)


10 Kendaraan Terlibat Laka Beruntun di Purwodadi





Laporan - H. Safi'ar
Wartawan SUARA ZAMAN

PASURUAN – Sebanyak 10 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di Jalur Surabaya – Malang, tepatnya di Desa Parererejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Akibat kecelakaan ini, dua orang tewas.
Informasi yang diperoleh Aktual.com kecelakaan maut yang melibatkan sepuluh kendaraan ini berawal saat truk tronton bernomor polisi N 8249 UA melaju dari arah selatan / atas (Malang) menuju ke utara (Surabaya) tersebut, melaju dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya menabrak mobil Panther nopol N 1621 DN dan sedan Accord nopol L 122 DP yang kala itu berada di depannya.
Akibatnya, dua kendaraan yang dihantam truk tronton itu terbanting ke arah berlawanan dan menabrak motor Honda Beat nopol S 4216 QU dan mobil Daihatsu Gran Max nopol N 8901 A.
Usai menabrak dua kendaraan di depannya, truk tronton tetap melaju ke depan dan menabrak 2 kendaraan di depannya, antara lain mobil Suzuki Ertiga nopol W 1472 CS, truk nopol Z 8406 WD.
“Dua kendaraan yang ditabrak truk tronton tersebut menghantam motor Honda Supra nopol N 4617 EI, mobil Toyota Avanza nopol W 1129 TQ dan mobil Daihatsu Xenia nopol L 1907 CJ,” ujar Kanitlaka Lantas Polres Pasuruan, Iptu Marti, Senin (29/01/2018).
Ia menambahkan, ada dua orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan ini. Namun, untuk nama-namanya Marti masih belum bisa menyebutkan.
“Ada dua orang yang meninggal dunia. Untuk nama-namanya siapa saja masih kami data,” pungkasnya. (H.safiiar)



7.617 PERSONIL LINMAS APEL SIAGA




Laporan – Karminto Adi, SSos
Wartawan SUARA ZAMAN

LUMAJANG - Sejumlah 7.617 personil Satlinmas (Satuan Perlindungan Masyarakat) mengikuti Apel Siaga Kelinmasan di Stadion Semeru Lumajang, Selasa pagi (06/02/2018).
Apel Siaga Kelinmasan itu diselenggarakan, sebagai tindak lanjut Permendagri No 84 tahun 2014 tentang penyelenggaraan perlindungan masyarakat dan permendagri nomor 10 tahun 2009 tentang penugasan satuan perlindungan masyarakat dalam penanganan ketenteraman, ketertiban, dan keamanan penyelenggaraan pemilihan umum, serta mewujudkan misi pembangunan yang ketiga RPJMD.

Bupati Lumajang, Drs. H. As’at, M. Ag.,  menjadi pembina pada Apel Siaga dengan tema "Tiga Pilar Desa Siap Menghadirkan Wilayah Damai", tersebut. Hadir sebagai undangan dalam Apel Siaga,  Wakil Bupati Lumajang, dr.  Buntaran Supriyanto, M.Kes., Perwakilan Polres Lumajang, dan Dandim 0821.

Bupati dalam amanatnya, mengingatkan, agar personil Linmas mampu tampil di garis depan dalam upaya perlindungan dan pengamanan, sehingga penyelenggaraan Pilkada berlangsung  damai dan aman. Lebih jauh, Bupati menyampaikan,  damai atau tidaknya Pilkada tergantung setiap personil satlinmas sebagai penentu di barisan depan bersama unsur TNI dan Polri. 

Bupati menekankan, peran aktif tiga pilar, terutama potensi kekuatan linmas, untuk melakukan deteksi dini terhadap pemicu konflik pemilu, yang tersebar di 1.872 TPS.  Euforia demokrasi yang mulai Nampak dan suhu politik daerah yang makin menghangat  harus dicermati agar tidak mengganggu aktifitas masyarakat dan mengganggu kinerja.

Pada kesempatan itu, Bupati menyerahkan penghargaan kepada Kades Gesang yang telah berinisiasi membentuk pleton satuan linmas putri. Penghargaan juga diberikan kepada  anggota linmas Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung yang berprestasi yang menangkap pencuri motor.
Menariknya, bupati juga menyerahkan rompi anti peluru kepada Polres Lumajang. Bupati juga menyerahkan truk tangki air bersih untuk Desa Penawungan, Desa Wates Wetan, Desa Wates Kulon, dan Desa Kedawung.

Bupati menegaskan, bahwa satlinmas merupakan tangan kanan bupati dalam membantu menanggulangi bencana, ketertiban, perlindungan serta memberikan rasa nyaman, dan menjaga keamanan masyarakat kabupaten Lumajang.

Usai upacara, seluruh pasukan satlinmas mendapatkan arahan dari Dandim 0821 dan Polres Lumajang guna mempersiapkan pengamanan pemilu serentak mendatang serta menjelaskan tanggung jawab dari satlinmas."pungkaanya.(Kar)